Kisah Analisa Sederhana – 15 July 2020 (in Bahasa)


Ringkasan perdagangan 14 July 2020 berhenti di posisi 5079.122 (naik 0.29%) dengan nilai transaksi sebesar IDR 7.246,70 M dan 91.40 Juta Lot saham yang ditransaksikan. Porsi Foreign value hari ini sebesar 24.4% dengan defisit/penarikan dana foreign sebesar IDR -160.00 M, beberapa upaya profit taking sudah dilakukan walaupun belum dalam skala besar. Penguatan di IHSG sejak pagi tadi hingga sesi 1 berakhir mencatat transaksi sekitar IDR 4.400 M, dan beberapa emiten mencapai nilai tertinggi sebelum sesi 1 berakhir. Profit taking tertinggi untuk hari ini terjadi sebelum sesi 1 berakhir, walaupun di sesi 2 masih berhasil bertahan di zona hijau hingga penutupan.

BBRI of Series 35

BBRI menjadi saham terlaris di perdagangan hari ini, Credit Suisse, Morgan Stanley melakukan pembelian di average 3185-3189, dibawah rata-rata perdagangan BBRI yaitu di 3190. Prospek BRI masih kuat, dengan pergerakan yang stabil kearah penguatan, selain itu 2 emiten BRIS (BRI Syariah) dan AGRO (BRI Agroniaga) yang berkaitan dengan BBRI terus menunjukkan kenaikan signifikan. Bila dilihat lebih dalam kenaikan tajam di AGRO pada tanggal 6 July dan 14 July 2020 dipimpin oleh pembelian Mirae Asset Sekuritas, Lotus Andalan Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas dengan total mencapai IDR 26.8 M sedangkan pada saham BRIS kenaikan tajam terjadi di 6-7 July 2020 yaitu kembali muncul Mirae Asset Sekuritas dengan total pembelian sebesar IDR 211.0 M dengan buy average di IDR 428.1/lembar dan hanya tersisa sebesar IDR 25.2 M saja hingga penutupan hari ini. Pada perusahaan induk yaitu Bank Rakyat Indonesia terlihat Morgan Stanley masih optimis dengan pertumbuhan BBRI, sejumlah IDR 258.9 M masih di hold dengan rata-rata harga 3.048,3 dan juga Mirae Asset ikut melakukan profit taking dalam perdagangan hari ini atas emiten BBRI.

ASII of Series 35

ASII secara konsensus investor yang ada masih optimis atas ASII dengan kisaran harga yang dituju di 5200-5250/lembar. Tingkat jual harga saham ASII pun sedang melonjak naik menanggapi penguatan hari ini walaupun jumlah transaksi masih cenderung sedikit dan sedang berada di titik bawah. H-2 sinyal penguatan setelah efek pembagian dividen selesai. Sejak pengumuman dividen kemarin, pelemahan terus terjadi atas akibat profit taking para investor yang hanya mengincar dividen semata. Secara bisnis pun Astra International mulai mendekati taraf normal ke titik sebelum COVID-19. Meskipun proses ini bisa terjadi hingga penutupan tahun 2020 nanti. Sejauh ini CLSA Sekuritas dan UBS Sekuritas merupakan pembeli terbanyak di bulan Juli, total keduanya sebesar IDR 384.5 M dan Maybank Kim Eng Sekuritas menjual terbanyak sebesar IDR 244.9 M. Bila melihat lebih jauh atas pembelian Maybank Kim Eng Sekuritas, bisa terlihat sedang menabung emiten BYAN – Bayan Resources Tbk atas penurunan tajam akibat pandemi.

TLKM of Series 35

TLKM sejak pengumuman Susunan Direksi dan Pembagian Dividen lalu, masih bertahan di level 3080-3130/lembar. Terlepas dari itu investor sangat optimis atas emiten ini, 91.8% vote untuk membeli saham TLKM. Perkiraan saham TLKM hingga tutup tahun 2020 bisa menginjak harga 4500/lembar. Koleksi dari sekarang, cocok untuk ditabung. Dari sisi perusahaan, impact yang dihasilkan TLKM sangatlah besar dan juga sekaligus berfungsi sebagai pondasi jaringan telco di Indonesia. Peningkatan fokus dan upaya dalam memfasilitasi bisnis-bisnis digital di Indonesia sangat memberikan kepercayaan atas penguatan dalam jangka panjang. Data Center yang sedang dibuat untuk menambahkan kapasitas yang ada di Bekasi baru-baru ini merupakan inisiatif yang tepat untuk TLKM dapat menjadi terdepan di Asia Tenggara.

Closing of Series 35

Kondisi IHSG terpantau sehat tapi jadikan kawan kewaspadaan dalam perjalanan di 2020. Melihat pertumbuhan COVID-19 di tanah air belum menunjukkan titik terang, dan wacana vaksin mulai bermunculan, tetap stay at home bila memungkinkan, dan jaga kesehatan. Di saat Global dan Regional cenderung melemah, Indonesia bisa bertahan pada sisi hijau, pertanda IHSG masih memiliki kepercayaan investor, malahan perdagangan meningkat dibanding kemarin.

Selain itu, Singapura mengalami keterpurukan dalam pertumbuhan ekonominya, akibat COVID-19 yang juga berdampak pada rupiah. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD di hari pun terlihat. PDB di Q2 Singapura mencetak -41.2% setelah minus 3.3% pada Q1 kemarin. Pertumbuhan ekonomi Singapura -12.6% year-on-year dengan tahun lalu.

Melihat ke Australia pun tidak terlalu baik. Semenjak senin pekan lalu New South Wales mendapat 14 kasus baru atas New Covid-19, memaksa Victoria untuk kembali lockdown selama minggu kemarin. Ekspektasi pemulihan bursa dengan bentuk V sirna bila lockdown tetap terjadi pada Q3 ini.

Ketegangan atas US-China saat pandemi ini ditambah dengan China mau mengambil alih seluruh Laut Cina Selatan. Tindakan ini dapat memperburuk hubungan US-China paska perjanjian tahap satu kemarin. Memang relationshipnya memang lagi panas, tapi dengan begini, mendekatkan peluang keduanya untuk perang. Kedua kubu pun sedang gerilya mencari blok-blok masing-masing. Kedua hal tersebut berdampak pada NASDAQ turun di penutupan senin kemarin turun 4%, Emas turun 2.32%. Nikkei pun menurun hari ini, investor banyak menarik dananya keluar. Sedangkan pembukaan Wall Street hari ini menunjukkan angin segar yang semoga dapat berdampak ke pasar IHSG esok hari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: