Ikigai Series – Vocation (in Bahasa)


Life is a journey becoming the best version of ourselves. 

Ikigai (生き甲斐, dibaca [ikiɡai]) adalah sebuah konsep dari Jepang yang memiliki arti “sebuah tujuan dari kehidupan” . Kata “ikigai” biasa digunakan untuk mengindikasi nilai dari sebuah kehidupan atau hal-hal yang membuat hidup bermakna.

Iki memiliki arti “untuk hidup” dan gai yang berarti “alasan”. Ikigai dapat menggambarkan rasa keberadaan kita sebagai manusia dalam mencapai tujuan kehidupan kita masing-masing. Psikolog Michiko Kumano menggambarkan ikigai sebagai keadaan penuh atau bahagia dan sehat serta berkelimpahan sebagai suatu individu, yang berkaitan dengan perbuatan / apa yang seseorang lakukan dalam kehidupannya. Selain itu ikigai juga merupakan penyebab orang-orang Okinawa bisa panjang umur hingga 100++. Penduduk Okinawa juga memiliki sedikit keinginan untuk pensiun, karena toh mereka melakukan apa yang mereka cintai selama mereka memiliki keadaan fisik yang mumpuni.

Di artikel ini, akan lebih menitikberatkan pada kuadran VOCATION atau yang biasa disebut pekerjaan. Vocation sendiri memiliki arti barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dsb); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan; pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yang dilakukan untuk mendapat nafkah. -KBBI

Pada bagian pekerjaan ini, mencakup dua hal yaitu pekerjaan biasanya adalah sesuatu yang dapat menjawab permasalahan di dunia ini dan juga pekerjaan dapat menghasilkan uang atau gaji atau keuntungan dalam bentuk materi ke kita pribadi. Pekerjaan menjawab permasalahan dunia? Maksudnya pekerjaan yang kita lakukan biasanya ada untuk menyelesaikan tantangan yang ada contohnya, bidang akuntansi. Pekerjaan di bidang akuntansi dibutuhkan untuk setiap perusahaan baik itu kecil, menengah ataupun besar dikarenakan akuntansi merupakan standar pencatatan yang diakui dan dibutuhkan untuk melihat seberapa baik dan efektif jalannya perusahaan selama periode tersebut. Atau pekerjaan sebagai marketing/tenaga pemasar. Setiap produk yang dihasilkan perusahaan baik itu ada wujudnya maupun dalam bentuk jasa butuh melalui proses pemasaran untuk dapat membuat customer menyadari akan keberadaan sebuah brand/produk yang ditawarkan. Setiap pekerjaan pun akan mendapatkan timbal balik dalam bentuk uang yang diberikan sebagai gaji ataupun bonus dari pencapaian yang kita kerjakan. Ada juga benefit selain uang, baik itu asuransi, tunjangan pulsa misalkan, atau bantuan cicilan untuk rumah/mobil tergantung dari peraturan perusahaan yang ada.

Nyatanya, banyak individu terjebak pada pekerjaan yang mereka tidak sukai terutama generasi millenials. Hal ini berawal dari tatanan pendidikan/ kurikulum yang ada tidak mendorong individu untuk mengetahui apa yang mereka sukai / potensi dalam dirinya, melainkan pukul rata semua dengan standard yang mengharuskan menghafal dan mengikuti apa yang diajarkan guru semata. Oleh karena itu, seringkali pekerjaan tidak membawa kebahagiaan dalam hidup, tetapi hanya semata-mata untuk bertahan hidup. Apa bedanya dengan robot? Perihal ini juga membuat kesehatan mental menjadi salah satu hal yang wajar di jaman sekarang. Karena banyak yang stress dan at some point breakdown dalam hidupnya. Biasanya kita bilang titik terendah dalam hidup, dan karena well, hidup itu berputar, ga selalu diatas tapi juga bisa dibawah.

Kita tetap memiliki pilihan, fight or flight. Beradaptasi pada pekerjaan yang tidak kita sukai, dan ubah perspektif dari dalam sehingga kita bisa menikmati apa yang kita kerjakan, atau quit dan coba yang memang ada di dalam pikiran kita. Karena jalan menuju keberhasilan bukanlah jalan yang lurus dan tanpa kerikil dan batu-batuan. Ada kalanya belok dahulu, atau putar balik tetapi teruslah berjalan karena pada akhirnya keberhasilan akan didapat. Tidak ada rumus yang pasti, karena yang pasti hanyalah ketidakpastian.

Salah satu tujuan Hopemity berdiri adalah untuk dapat menjadi wadah yang bisa saling support satu sama lain, dan no-judgement environment. Karena yang manusia butuhkan adalah manusia lain yang berjalan ataupun berlari pada track yang serupa.

After all we live to conquer not to survive.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: