Ikigai Series – Mission (in Bahasa)

Ikigai Series – Mission (in Bahasa)

Ikigai (生き甲斐, dibaca [ikiɡai]) adalah sebuah konsep dari Jepang yang memiliki arti “sebuah tujuan dari kehidupan”. Ikigai Series bagian dua akan membahas mengenai Mission atau dalam bahasa Indonesia yaitu misi.

Misi berdasarkan KBBI memiliki arti, 1 perutusan yang dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dalam bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dan sebagainya: — perdagangan kita akan mengadakan kunjungan ke luar negeri; 2 tugas yang dirasakan orang sebagai suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dan sebagainya.

Figure 2.1. Ikigai Mission

Dari pemahaman Ikigai, misi merupakan perpaduan antara apa yang dunia butuhkan dan apa yang kita sukai. Dunia berputar dan waktu terus berjalan, setiap hari ada banyak hal yang terjadi, setiap apa yang kita perbuat hari ini akan ada efek keberlanjutan di dalam hidup kita dan juga dunia ini. Percayalah sekecil apapun perbuatan yang kita putuskan untuk lakukan, akan selalu ada impact di dunia ini. Memang dampak yang dihasilkan tidak selalu dapat kita lihat dan sadari, tetapi akan ada saatnya dimana kita mengerti bahwa “hey, ini semua ga akan terjadi jika dulu gw ga melakukan hal itu”. Jadi, apapun yang ada di hadapan kita saat ini, just go for it and give your very best. Karena kita tidak akan tau apa hasilnya nanti dan akan membawa kita kemana.

Mengenai apa yang kita sukai, berhubungan dengan apa yang nyaman kita lakukan dan cenderung lupa waktu ketika melakukan hal tersebut. Kesukaan kita bukanlah tidak berdasar dan banyak dari kita yang tidak bisa melakukan hal yang kita sukai dikarenakan beberapa alasan yang sering terjadi yaitu, opini dari orang lain, tidak ada persetujuan dari orang tua, tidak bisa hidup bila hanya melakukan hal tsb, dan sebagainya yang akhirnya membuat kita memutuskan untuk tidak melalui jalan tersebut, mengurungkan niat kita sepenuhnya. Berbicara mengenai apa yang kita sukai, apakah itu hobi? Hobi merupakan hal yang kita senang untuk lakukan tetapi tidak menjawab kebutuhan orang lain/tidak membantu orang lain.

Figure 2.2. Ikigai Mission

Lalu, apa contoh dari misi yang konkret? Ada seseorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Adrian Hill. Beliau merupakan seorang Ilmuwan yang lahir di Dublin dan sekarang memimpin dalam proses penemuan vaksin untuk Covid-19 dengan tim peneliti lainnya di Oxford University dan terus mengalami kemajuan dan siapa tau vaksin akan ditemukan dalam beberapa bulan kedepan. Memangnya Adrian kenapa? Bila melihat dari kehidupan Adrian, beliau menemukan ketertarikan di bidang vaksin dan obat-obatan dipengaruhi oleh pamannya yang merupakan seorang missionaris di Afrika. Melihat paman sebagai panutan membuat Adrian memutuskan mempelajari obat-obatan dan mengambil jurusan tersebut di Trinity College yang kemudian transfer ke Oxford University pada tahun 1978 dan selesai mendapat gelar di 1982. Adrian berkontribusi dalam mengembangkan vaksin dan melakukan uji klinis untuk banyak penyakit, termasuk malaria dan Ebola dan sekarang Covid-19. Beliau merupakan salah satu yang terbaik sebagai vaccinologist yang dibutuhkan dunia untuk dapat menghentikan Coronavirus. Melihat hidup Adrian Hill, kita bisa melihat sebuah contoh dimana hal yang kita sukai dapat selaras dengan yang dunia butuhkan. Ketika itu terjadi, dampak yang muncul bukan hanya bisa dirasakan kita secara pribadi tetapi orang lain pun merasakannya.

Figure 2.3. Ikigai Mission

Ketika kita menghidupi misi di dalam hidup kita, kita akan penuh dengan semangat dan setiap pencapaian terkecil sekalipun akan membuat kita puas tetapi kepuasan tersebut bukan merupakan akhir, dikarenakan misi adalah sebuah perjalanan yang panjang dan bisa jadi tidak bisa diselesaikan dalam waktu kita hidup. Misi bisa menjadi sesuatu yang bisa diselesaikan secara turun temurun. Contohnya, Great Wall of China yang dimulai pembangunan pada circa 400 B.C dan selesai pada circa A.D 1600, membutuhkan 2000 tahun untuk selesai. Bila kita dapat mencapai misi kita di kurun waktu kita hidup, bersyukurlah.

Hidup hanya sementara, 100 tahun hidup sudah jarang sekarang, rata-rata hidup manusia di 70 tahun. Seringkali, keseharian tidak selalu ada hal baru, dan tidak selalu ada hal yang bisa kita syukuri. Tapi mari kita biasakan, untuk terus bersyukur karena kita bisa bernafas dan bangun tidur aja itu udah merupakan anugerah dari Pencipta yang Maha Kuasa.

Misi tidak untuk semua orang, tetapi semua orang punya misi.

Dalam hidup, kita punya keinginan dan kebebasan dalam memilih, mau dilakukan atau tidak, misi itu akan tetap tercapai hanya tanpa kita di dalam prosesnya. What we choose, what we will get.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

%d bloggers like this: