[BELI RUMAH] – Survey dan Kumpulin Informasi (in Bahasa)


Pembukaan

Bagian kedua dari lika-liku dalam membeli rumah, setelah sebelumnya sudah melihat perbedaan dari Home dan House. Pada bagian ini gw bakal cerita soal perspektif gw dalam melihat pilihan-pilihan yang ada di pasaran. Saat ini gw tinggal dan bekerja di Jakarta, sampai saat ini juga blm ada property sendiri di Jakarta. Pernahkah kalian terpikir, wah daripada gw bayar bulanan yg lewat gitu aja, kenapa ngga gw bayar bulanan sekalian buat tinggal dan juga in the end uang yg keluar tiap bulannya itu jadi aset yg gw bisa manfaatkan kedepannya. Sebuah pemikiran yg lewat di siang bolong. Tapi jujur di jaman kita sekarang hal ini agak udah ngga works kecuali kita udah di level manager keatas masih possible untuk menempuh ini. Soalnya rented kost atau apartment masih jauh lebih murah dibanding kita cicil KPA/KPR (dengan lingkup lokasi radius 15 km ya). Bersyukur kalo ada dana pinjeman dari orang tua atau asset yg dimiliki orang tua, itu akan helps banget dan buat mobilitas jadi lebih mudah.

Figure 2.01

Tiga pilihan, Dua tingkatan

Jadi dari pandangan gw itu, gw menemukan 3 options seperti gambar diatas dan kalo gw boleh liat secara vertical, ada 2 level perbedaan dari sisi kepemilikkannya. Tingkat pertama rent/kost, sesuai judulnya kalo sewa atau kost ini kita hanya bayar sewa setiap bulannya dan istilahnya numpang di rumah/property orang lain. Selama apapun kita tinggal disitu, ngga akan merubah status kepemilikkan kita, yg pasti berubah adalah biaya sewanya (pasti mengikuti inflasi/ dinaikin sama ibu kos). Lalu ke tingkatan berikutnya menurut gw yaitu membeli. Ketika kita membeli apartment atau rumah, kita menjadi pemilik tempat tersebut. Walaupun tetap ada biaya bulanan yang perlu dipenuhi, misalkan pelunasan dengan cicilan dan juga biaya perawatan, listrik, air, dll.

Dari kedua hal ini bisa kita sadari bahwa ketika kita rent/kost, kita terbiasa menuntut dan fokus pada menikmati dan akan protes bila ada fasilitas atau kondisi yang tidak sesuai. Ngga ada salahnya seperti itu, memang itu adalah hal yang normal terjadi. Tapi ada satu hal yang gw percaya, yaitu

Bagi kalian dan gw di saat menulis ini juga, gw pengen remind untuk kita bisa menempatkan diri kita sebagai pemilik atas tempat yang kita tempati sekarang, meskipun tidak secara legally kita yang punya, tapi dari hal kecil gw yakin akan berujung ke hal yang besar nantinya, siapa tau karena disayang sama si pemilik kosnya trus dijodohin sama anaknya yeekannn hahahaha #kidding.

Nah, before we decide to buy apartment/landed house I found several things that we need to prioritized at.

Rencana di pikiran

Figure 2.02

Bobot yang gw cantumkan itu ga absolut, karena gw yakin setiap orang punya prioritas dan perspektifnya masing-masing dalam definisi tempat tinggalnya. Dari sisi gw sendiri, lokasi adalah top priority yang gw perlu tentukan. Lokasi disini bicara soal letak si huniannya dimana, lingkungan sekitarnya apakah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita atau tidak, dan suasana dari tempat tinggal itu juga merupakan hal yang penting buat gw. Pengalaman selama bekerja ini, bawaannya sepulang kerja itu ya pengennya istirahat, dan gw pengen hunian gw nanti akan bsa mem-provide itu untuk gw bisa chill dan refresh supaya bisa lebih baik lagi di hari esoknya.

Environment and ambience matters.

Hopemity

Jarak ke Rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, taman kota masuk juga jadi pertimbangan.

Kedua, yaitu akses. Akses bicara soal alternative jalan dan public transportation ke lingkungan kerja gw gimana. Karena hal ini pengaruh banget apalagi bagi kita yang masih jadi babu korporat. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui, supaya sebelum transaksi kita bsa testing atau bayangin kalo dalam prosesnya setiap hari jalanin itu kuat ngga ya. That’s why alternative yang banyak bsa jadi kelebihan. Apalagi salah satu kelebihan di kota besar apalagi ibukota yaitu infrastruktur dikembangin paling pertama di negara ini. Adanya pengembangan MRT, LRT, Kereta Cepat, itu sangat akan memudahkan kehidupan banget. Itu juga perlu dipertimbangkan, selain itu ada juga yang udah established seperti commuter, bis, trans Jakarta, dan juga toll. Misalkan kita punya kendaraan pribadi pun, gw si lebih prefer maksimalkan transportasi umum yang ada, karena hal itu lebih efisien untuk bumi kita juga. Semoga pemerintah kita semakin mengedepankan transportasi umum jadi lebih nyaman suapya masyarakat lebih aktif lagi menggunakannya sehari-hari. Gw yakin Indonesia bisa, melihat MRT yang sudah jadi dan kualitas yang diberikan. Anyway, MRT tahap 2 nanti akan sampe Kampung Bandan/Jakarta Utara, dan tahap-tahap berikutnya akan mencapai juga Tangerang – Balaraja, Cikarang dan Bekasi. Selain itu LRT pun akan hadir untuk menyambungkan Bogor, Cibinong, Rangkas Bitung, Bekasi, Cikarang, Jakarta Utara, Tanjung Priok, dan Tangerang. Oia 1 lagi, kereta cepat nanti Bekasi, Cikarang, Bandung. Yaa 2035 semuanya pasti udah fully established.

Ketiga, Harga. Harga ini penting, dan untuk yang berencana untuk membeli huniannya dengan cara nyicil, pastikan nominal cicilannya tidak lebih dari 30% dari pendapatan. Karena hal ini merupakan salah satu syarat untuk bisa lolos KPR/KPA juga nantinya. Better dari awal sudah sadari ini supaya bisa lancar dapet KPR/KPA nya. Kalo lebih dari itu, kemungkinan besar akan diminta untuk menambahkan DP nya sampai ke nominal yang masuk ke 30% dari pendapatannya. Better dibawah 30% ya, supaya bisa dapet bunga yang oke juga supaya ada lebih-lebih untuk keperluan lainnya. Cara terbaik untuk beli hunian menurut gw si bayar DP 30% dan jaga jangan lebih dari 15 tahun. Less is more.

Lalu keempat, yaitu Developer. Aset ini kan ga murah ya, ga seringan kita beli kendaraan, dan ga juga seenteng kalo kita beli pakaian branded (walaupun brandednya yg ada di mall pada normalnya ya, bukan yang high-end 😊). Developer yang terpercaya itu penting karena itu akan menjamin apakah perusahaan tersebut akan tahan sampai hunian itu jadi dan bahkan bagaimana after-salesnya. Karena banyak terjadi, investasi bodong, beli rumah tapi either ga jadi-jadi, molor waktunya, atau duitnya dibawa kabur dan akhirnya ngga jadi juga. Kita perlu liat historicalnya, developer kecil kalo ga kepaksa ya gpp, tapi pastikan kejelasan perusahaannya ya. Di Indonesia banyak banget developer rumah/apartment, dari yang udah lama banget sampe yang baru-baru garap bidang property. Ga ada salahnya untuk kepo-kepo siapa si yang punya developer nya dan juga ada hubungan ke perusahaan lainnya kah. Pastikan pilih yang terpercaya.

Terakhir yaitu Waktu. Waktu ini sebenernya irisan dari akses dan harga yang sebelumnya udah dijelasin. Irisan dengan akses yaitu bila dilihat dari waktu perjalanan pergi-pulang untuk kegiatan sehari-hari kitanya gmn. Let’s say, aktivitas bisnis/kerja gw di Greater Jakarta Area, gw ada banyak options, ada PIK, Kelapa Gading, Bekasi, Cikarang, Cibubur, Jombang, Cinere, Bintaro, Tangsel, BSD, Alam Sutera, Banten, Bogor, dan Sentul. Banyak juga ya pilihannya, dan dari setiap pilihan itu punya pros and cons nya masing-masing loh. Waktu perjalanan pergi-pulang ini penting banget di cycle kehidupan kita. Kita perlu banget consider dan pikirin baik-baik, choice mana yang akhirnya kita akan pilih. Nah waktu yang beririsan dengan harga itu bicara soal cara kita melunasi huniannya, jaman sekarang banyak banget choices kita utk lunasin, dari Cash keras 1x, 3x, Cash Bertahap 9x 15x ada yang DP cicil, DP 3x, KPR/KPA banyak bukan. Dari semua pilihan itu memang yang full amount ekonomis itu di Cash Keras 100% (pasti akan dapet promo kejutan deh, di jaman pandemic ini apalagi, bisa 5-30%). Ngomongin soal waktu gw akan lebih fokus ke KPR/KPA. Untuk kita yang masih berusia dibawah 30 tahun, kita bisa join program hingga cicilan 20 tahun. Jadi pasti akan ringan banget dong kalo gitu? Eits, tapi tahan dulu, makin lama waktu cicilan yang kita ambil, maka makin besar juga full amount akhirnya. Ya walaupun pasti harga property kita akan jauh berbeda, tapi dari hitung-hitungan gw si, 15 tahun itu yang paling worth it dari sisi waktu dan harga, tapi gw mau push target di 10 tahun aja at least. Memang kalo 10 tahun keliatannya masih berat, tapi ketika nanti udah lunas 10 tahun itu, harga kenaikannya akan kerasa signifikansinya kok, dibanding kita ambil yang 20 tahun. Buat gambaran aja, gw udah sempet hitung rumah yang harga full amount nya itu di 1.4 M, ketika kita ambil untuk KPR 15 tahun maka full amountnya (asumsi bunga 7.5%) jadi 2.4 M, dan bila ambil 20 tahun maka akan dapet di 2.78 M. Kalo 10 tahun, hasilnya itu di 2.1 M. Disini perhitungan dengan asumsi bunganya dengan average di 7.5% ya, walaupun floating property itu bermacam ada yang bsa sampe 9.5% bahkan 13.5% paling guedenya. Rate tergantung dari bank rekanannya, dan juga peraturan pemerintah. Beruntung ketika pandemic ini rate cicilan akan lebih ringan karena memang jadi salah satu upaya untuk stimulus perekonomian Indonesia. Makin kita belanja, makin uangnya muter, makin maju negara kita (kalo semua bayar pajak dengan jujur hahaha).

Cover Beli Rumah – Survey dan Kumpulin Informasi

Survey dan kumpulin informasi

Setelah udah menentukan pertimbangan yang ada, atau mungkin dalam proses menentukan prioritasnya, pasti perlu dong survey. Thank God, sekarang semua ada di digital. Kita bisa ukur jalan, jarak dan ada apa aja di sekitar lokasi yang kita incar dari aplikasi maps yang beredar gratis di internet. Teknologi memang buat mudah banget. Browsing-browsing buat masa depan perlu lohh dibanding nikmatin konten yang ga bawa value ke hidup kita setiap harinya (butuh juga yang receh tapi jangan kebanyakan nanti terlalu Bahagia sampe lupa pengembangan dirinya).

Dari pengalaman gw si dimulai dari jalan-jalan pake street view itu helps tapi tetep harus terjun ke lapangan langsung, karena kita kan manusia punya panca-indera, ada 5 nih. Kalo cuma kita visual dari layar kaca aja, hanya memuaskan mata/penglihatan kita doang. Kelebihan dari kita survey ke tempat langsung yaitu kita bisa rasain secara maksimal dengan semua indera kita, dan juga pastikan udah kontak-kontak dulu tempat yang kita mau tuju, ngbrl sama marketing nya supaya bisa sekalian kumpulin informasi yang bisa menolong untuk tentuin keputusan kelak.

Figure 2.03

Sampai jumpa di episode berikutnya

Nah untuk episode kali ini, udah dulu ya. Gw rasa uda cukup Panjang, dan akan gw lanjut lagi berikutnya nanti gw akan lebih cerita soal proses gw menentukan prioritas dalam konteks beli hunian ini. Semoga bisa bermanfaat, kalo ada yang pengen ditanya, langsung aja email atau japri ke Instagram gw ya di @hopemity. Reach me anytime!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: