Sehat, aktif dan bugar

Sehat, aktif dan bugar

Photo by Gemma | That's Her Business

Welcome 2021! Unsubscribe now.

Awal tahun baru kali ini mayoritas tidak bersemangat dan cenderung pesimis menghadapinya. Terbukti sempat marak kiasan “unsubscribe 2021”. Meskipun keadaan belum terlihat membaik secara signifikan, tapi kami yakin semua akan menjadi lebih baik ke depannya. Sadarkah bahwa keputusan ditangan kita masing-masing untuk tetap optimis atau tenggelam dalam kenegatifan.

Salah satu hal yang menjadi highlight dalam setiap manusia di dunia sejak tahun lalu adalah kesehatan. Kesehatan seringkali kita anggap sepele, terlihat dengan kebiasaan duduk seharian, kurang olahraga, pola makan yang tidak teratur dan bahkan set menu makan yang cenderung banyak lemak, minyak, pengawet, rendah serat, dan banyak lagi. Dengan melihat tren makanan yang terbentuk di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya seperti Boba setiap hari, Kopi Susu Manis setiap hari, bahkan makanan instan atau junk-food yang menjadi pilihan cepat ketika bingung mau makan apa. Tapi kali ini kita tidak akan bahas soal meal plan tetapi mari kita lihat salah satu organ yang kita miliki yang sangat krusial dalam setiap kehidupan kita dan mungkin pola hidup kita seringkali tidak membantu organ ini terus bisa sustain untuk waktu yang panjang a.k.a hingga kita tua nanti.

Brain atau Otak Manusia seperti sebuah perusahaan yang bersifat seumur hidup. Perusahaan ini harus kita jaga baik-baik kinerjanya, perawatannya dan yang paling penting adalah tidak ada suku cadang pengganti ketika ada yang rusak atau mampet. Mungkin di masa depan sekitar 30-50 tahun lagi akan ada sebuah solusi yang dapat mengganti bagian yang rusak tersebut, tapi saat ini masih misteri dan tidak mungkin. Otak manusia pada dasarnya terbuat dari jaringan lunak yang termasuk didalamnya materi abu-abu dan juga materi putih, yang mengandung sel syaraf, sel non-syaraf dan pembuluh darah. 60% bahan pembentuknya yaitu lemak.

Otak Manusia berperan atas kemampuan kita berpikir, berbicara, melihat, mendengar, mengingat sesuatu, berjalan dan masih banyak lagi. Salah satu yang terpenting adalah otak juga mengontrol pernapasan kita. Tapi tahukah kamu otak yang luar biasa ini bisa perlahan menurun dalam performa nya? Dampak yang kita bisa lihat adalah banyak orang semakin menua, semakin juga ingatannya memudar. Ada juga penyakit seperti Alzheimer, Dementia, dan lain sebagainya yang menjadi tantangan besar untuk para lanjut usia. Banyak dari kita itu semua ternyata disebabkan oleh pola hidup kita dari usia muda. Betul sekali pernyataan yang berbunyi mulai dari kecil, lama-lama akan menjadi besar.

Pola hidup yang bagaimanakah yang menyebabkan kemungkinan penyakit dan performa otak kita semakin menurun?

  1. Kurang olahraga dan sedikit bergerak.
    Olahraga merupakan hal yang penting yang ternyata bukan hanya berfungsi untuk melancarkan peredaran darah pada tubuh kita dan membuat tubuh kita semakin fit tapi ada satu fakta yang sangat baik dari aktivitas olahraga ini yaitu dapat meningkatkan pembuluh darah pada otak semakin lancar karena jantung dan tubuh memompa terus sehingga mengurangi penyumbatan yang ada.
  2. Sibuk bekerja, tidak ada kegiatan lain di waktu luang.
    Produktif, Produktif, Produktif merupakan hal yang ditekankan pada kehidupan di ibukota. Tapi tahukah anda keseimbangan dalam hidup juga penting untuk tubuh kita di jangka panjang? Setiap manusia punya caranya masing-masing untuk memanjakan dirinya. Salah satu pengetahuan yang bisa membantu kita efektif dalam memilih aktivitas di waktu luang kita adalah teori kepribadian yang membagi manusia menjadi introvert, extrovert dan ambivert. Hal ini bisa membantu kita memahami apa yang tubuh kita secara jiwani rasa nyaman untuk membantu mengisi kembali tangki energi yang kita miliki. Penting untuk kita bekerja secara pintar, bukan lagi jaman dimana istilah “work hard, play hard”.
  3. Malas untuk belajar dan nyaman di hal yang berulang.
    Ternyata ketika kita meluangkan waktu untuk melakukan hal yang berbeda atau baru pernah kita coba, memiliki dampak positif untuk otak kita. Otak kita terstimulus dengan baik ketika kita belajar sesuatu yang baru atau bahkan mendalami hal yang sudah kita ketahui sebelumnya. Betul pernyataan bahwa “buku adalah jendela dunia”. Semakin kita belajar dan menambah pengetahuan, semakin pula kita bisa berpikir dan memahami banyak hal. Banyak pun kita bisa temukan, semakin manusia mengetahui banyak hal, semakin juga manusia merasa sangat kecil di alam semesta ini.
  4. Pekerjaan yang terlalu simpel dan tidak perlu berpikir.
    Bagi kita yang sudah masuk ke usia produktif dalam karir. Janganlah kuatir apabila harus duduk terus 6-8 jam setiap harinya, dari pekerjaan yang sudah dipercayakan pada setiap kita, ingat untuk selalu berikan yang terbaik. Terbaik disini memiliki arti lebih dari yang diharapkan atau indikator performa yang digunakan di tempat kerja kita. Darisitu kita bisa terus memacu otak kita untuk terus berkembang dan sehat untuk waktu yang lama.

5. Isolasi diri sendiri, hidup sendirian.

Hal ini menjadi hal yang beresiko di masa pandemi ini. Orang lebih kuatir bahwa lawan bicaranya dapat menularkan virus ke dirinya sehingga orang menjaga jarak dan cenderung memilih sendiri saja daripada harus kontak dengan orang lain. Eits, tapi kan ada teknologi. Ya, betul teknologi merupakan sebuah terobosan yang sangat membantu kita untuk dapat memiliki hubungan dengan orang lain walaupun jauh jaraknya. Tapi riset menunjukkan bahwa manusia yang berkomunikasi menggunakan social media/smartphone saja memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dibanding manusia yang berinteraksi secara langsung tatap muka. Itulah mengapa makin banyak individu yang merasa ada yang aneh dalam dirinya yang menimbulkan banyak ditemukan penyakit mental yang semakin meningkat di masyarakat.

6. Kurang tidur.
Bagian ini seringkali menjadi hal yang sepele, banyak dari kita yang terhimpit dengan deadline kerjaan, atau pekerjaan yang masih belum selesai, atau bahkan bersosialisasi hingga subuh. Terutama efek dari smartphone yang menarik perhatian kita setiap harinya. Coba lakukan ini di smartphone-mu, pernahkah kamu cek digital wellbeing mu di bagian pengaturan smartphone-mu. Saat saya menulis ini, saya sadar bahwa porsi waktu bermain game di hari ini merupakan yang terbesar dengan disusul dengan penggunaan media-chatting yang saya miliki. Lalu poin yang penting dari tidur cukup apa? Ternyata tidur yang cukup merupakan waktu dimana otak kita mengeluarkan zat-zat racun yang ada di jaringan otak kita. Kalo begitu berapa jam tidur minimal tiap harinya yang saya perlu lakukan? Jawabannya adalah tidak ada magic number tertentu disini, karena setiap tubuh kita adalah unik. Untuk kita bisa mengetahui apakah tidur kita cukup atau tidak, perlu kita coba gunakan alat seperti smartwatch ketika tidur untuk dapat melihat fase tidur kita bagaimana. Yang menjadi fokus adalah tidur lelap/deep sleep, pada saat deep sleep lah otak kita sedang melakukan pembuangan zat-zat beracun yang kita terima dari makanan yang kita makan, pikiran buruk yang kita pikirkan, dari keduanya yang terbesar dampaknya adalah yang dari pikiran. Jadi jagalah pikiran kita agar kita tidak mempercepat penuaan kita ya.

Jadi yang perlu kita terapkan dalam pola hidup kita yaitu memiliki pola hidup yang sehat yang terdiri dari tidur yang cukup, makan yang teratur, melakukan hal yang kita sukai, tantangan dalam pekerjaan, bersosialisasi dengan manusia lain, melakukan hal baru, dan berolahraga teratur.

Kami harap setiap kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sehat. Pandemi banyak mengajarkan kita banyak hal terutama mengubah pola hidup kita secara keseluruhan. Adakah pengalaman perubahan pola hidupmu di masa pandemi ini yang kamu lewati ? Diisi di komen dibawah ini ya.

Sumber Referensi:
Brain Food: How to Eat Smart and Sharpen Your Mind – Dr Lisa Mosconi.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/322081.
https://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/brain_tumor/about-brain-tumors/how-the-brain-works.html

,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

%d bloggers like this: